Kutipan Eko Prasetyo - Guru: Mendidik itu Melawan

Di sini hanya berisi kutipan. Secuil dari seluruh isi buku. Jangan mudah silau oleh kutipan. Selami bukunya dan pahami sendiri makna tiap kalimatnya. Semoga kutipan dalam buku ini bisa memotivasi pembaca untuk membaca sendiri isi buku yang disajikan di sini. 
Selamat membaca.
☺️☺️☺️

"Sekarang ini di Indonesia tidak ada guru yang memenuhi syarat sebagai guru."
--J. Drost, Halaman: 2

"Kreativitas guru bukan hanya berhadapan dengan kurikulum melainkan juga alam politik yang masih menempatkan pendidikan sebagai sarana penindasan."
--Eko Prasetyo, Halaman: 3

"Keduanya percaya (Aristoteles dan Tan Malaka) bahwa tugas guru adalah melayani dan menemani murid dalam merumuskan pertanyaan-pertanyaan dasar."
--Eko Prasetyo, Halaman: 3

"Sekolah bukan tempat untuk menumpahi murid dengan tumpukan informasi tetapi melatih kematangan berpikir serta kedewasaan sikap."
--Eko Prasetyo, Halaman: 3

"Beberapa pengamat bilang kalau pendidikan Indonesia adalah pelatihan untuk menjadi bodoh."
--Eko Prasetyo, Halaman: 6

"Jabatan sebagai kepala sekolah paling lama 12 tahun atau tiga periode. Setiap akhir periode dilakukan evaluasi oleh tim monitoring yang terdiri atas Bawasda, Badan kepegawaian daerah dan dinas pendidikan, ini untuk perpanjangan periode pertama. Dan periode kedua maupun ketiga bisa diperpanjang kalau memiliki nilai yang sangat baik atau istimewa agar bisa diperpanjang lagi. Hanya saja untuk periode kedua dan ketiga tak boleh menjabat pada sekolah yang sama melainkan dipindah dari satu sekolah ke sekolah lain. Ini merujuk pada keputusan mendiknas nomor 162/u/2005. Bernas 10 November 2005.
--Eko Prasetyo, Halaman: 8

"Perbaikan pendidikan hanya akan dapat diselesaikan jika tidak ada lagi guru yang nyambi jadi tukang ojek, berjualan sayur atau pekerjaan lain di luar mengajar. Guru harus fokus pada pekerjaannya mendidik siswa dan itu hanya akan terjadi jika kebutuhan hidup mereka tercukupi." (Lihat: Guru dalam tinta emas, kisah guru istimewa, kompas, 2005)
--Eko Prasetyo, Halaman: 9

"Sungguh pendidikan kini mulai berusaha untuk mengadaptasi sistem pasar yang begitu kejam. Pasar ini menanam kesadaran baru dalam lembaga pendidikan:
1. Pasar menetapkan standar kecerdasan mengikuti kebutuhan-kebutuhan umum industri.
2. Pasar berusaha membuat lembaga pendidikan bukan sekedar menawarkan pengetahuan teoritis melainkan sistem kehidupan yang harus diacu."
--Eko Prasetyo, Halaman: 13

"Maka yang menjadi ujung dari prorses pemerasan pasar adalah kurikulum yang sengaja dimanfaatkan untuk menciptakan siswa yang tidak pernah mempertanyakan sebuah kenyataan sosial."
--Eko Prasetyo, Halaman: 13

"Buku-buku pelajaran sekolah yang kita miliki begitu bermasalah dan repotnya guru tidak pernah berusaha untuk mempertanyakan apalagi melancarkan gugatan."
--Eko Prasetyo, Halaman: 13

"Mendidik bukan hanya memberi informasi tapi juga menghasut anak-anak didik dengan pertanyaan-pertanyaan kritis."
--Eko Prasetyo, Halaman: 15

"Tugas pendidikan adalah memerdekakan."
--Ki Hadjar Dewantara, Halaman: 15

"...Guru bukan sekedar profesi tapi sekaligus seorang pejuang. Mungkin agak naif tapi begitulah dalil yang saya percaya, bahwa mendidik adalah menghasut, melawan dan mempertanyakan."
--Eko Prasetyo, Halaman: 19

"Setiap kali seorang anak berjalan, sekumpulan malaikat telah mendahului di depannya sambil berkumandang."
--Hasidic, Halaman: 12

Apa artinya bertugas mulia.
Ketika kami hanya terpinggirkan.
Tanpa ditanya, tanpa disapa.
Kapan sekolah kami lebih dari kandang ayam.
Sejuta batu nisan guru tua yang terlupakan oleh sejarah.
Terbaca torehan darah kering.
Di sini terbaring seorang guru.
Semampu membaca bungkus.
Sambil belajar menahan lapar.
Hidup sebulan dari gaji sehari.
--Winarno Surakhmal, Halaman: 22

"Secara tegas kemudian UU sisdiknas mengatakan kalau urusan tentang dana pendidikan diserahkan pada pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat. Bunyi pasal itu seperti pintu yang membuka peran sektor di luar pemerintah untuk membangun bisnis pendidikan."
--Eko Prasetyo, Halaman: 30

"Untuk buka sejarah, ada dua kelemahan yang mendasar. Pertama diproyeksikannya masa sekarang ke dalam masa lampau secara tetap. Akibatnya, sejarah menjadi kronologi belaka dan pengalaman hidup orang pada masa tertentu samasekali tidak dijelaskan. Kelemahan kedua adalah tidak adanya teori sehingga sejarah tidak memiliki alur dan sketsa pemikiran tertentu."
--Niels Mulder, Halaman: 39

"Proyek bangunan yang ditanam oleh orde baru melalui mekanisme tender telah membawa akibat langsung pada kegiatan korupsi. Kontraktor yang didasarkan atas pilihan punya kewajiban untuk menyetor upeti pada pemberi proyek. Pemberian upeti hampir terjadi pada semua transaksi pengadaan barang untuk pendidikan. Upeti ini merupakan tabiat utama kekuasaan Soeharto dan bentuk dari hubungan yang terjalin antara pemerintah dengan kaum pedagang."
--Eko Prasetyo, Halaman: 52

"Karena problem dasar pendidikan masih berputar-putar dalam angka partisipasi, maka adalah tugas negara untuk menunaikan kembali fungsi-fungsi dasarnya: melindungi, mensejahterakan dan mencerdaskan rakyatnya."
--Eko Prasetyo, Halaman: 71

"Setiap anak yang dilahirkan ke dunia ini adalah pikiran Tuhan yang baru, kemungkinan yang senantiasa segar dan bersinar."
--Kate Douglas Wiggin, Halaman: 76

"Realitas sosial mengasuh anak jauh lebih cepat ketimbang lembaga pendidikan."
--Eko Prasetyo, Halaman: 78

"Kejahatan terbesar di dunia bukanlah kemarahan atau kebencian melainkan kemasabodohan."
--Eko Prasetyo, Halaman: 84

"Para muridlah yang membuat seseorang bisa menjadi guru yang hebat. Jika murid kita tidak tertawa pada lelucon kita, tidak antusias terhadap gaya mengajar kita dan tidak mau membuka diri maka mengajar akan menjadi sulit."
--Eko Prasetyo, Halaman: 89

"Semua bayi dilahirkan cerdas, 9,999 dari setiap 10,000 bayi itu dengan cepat dan sembrono dijadikan tidak cerdas lagi oleh orang-orang dewasa."
--Buckminster Fuller, Halaman: 90

"Orang yang dalam pikirannya tidak pernah timbul pertanyaan, tak pernah akan belajar sesuatu."
--Anonim, Halaman: 100

"Janganlah berhubungan dengan orang-orang jahat, karena bisa jadi anda akan menambah jumlah orang jahat."
--George Herbert, Halaman: 105

"Di sejumlah kota besar sekolah umum benar-benar jadi pasar taruhan biaya, siapa sanggup membayar mahal diperkenankan untuk mengikuti pendidikan yang diselenggarakan dengan cara yang berbeda."
--Eko Prasetyo, Halaman: 113

"Kami bukan hanya guru, kami adalah seniman pendidikan, kami melukis pikiran orang-orang muda."
--Vina Barr, Halaman: 117

"Mungkin yang harus kita tentukan adalah bagaimana kita bisa menjadi bernilai, bukannya seberapa besar nilai kita."
--Edgar Z. Friedenberg, Halaman: 121

Mengetahui saja belum cukup
Kita harus bertindak
Sekedar ingin pun belum cukup
Kita harus melaksanakan
--Goethe, Halaman: 128

"Tidak akan mungkin muncul pengetahuan yang berbasis gerakan, tanpa diasuh oleh guru-guru yang punya pikiran menjulang tentang perubahan."
--Eko Prasetyo, Halaman: 132

"Bagi yang berprestasi mendapatkan ganjaran dan untuk mereka yang bodoh diberi hukuman atau ditinggal."
--Eko Prasetyo, Halaman: 134

"Memberi asupan materi kemudian mengevaluasi dengan ujian. Jika tidak memenuhi standar kompetensi lolos ke kelas selanjutnya."
--BPA, Halaman: 134

Guru bisa memberitahukan
Guru baik menjelaskan
Guru ulung memperagakan
Guru hebat mengilhami
--William Athur Ward

"Mendidik bukan sekedar memberikan informasi tapi juga memahami realitas siswa dan imajinasi akan seperti apa siswa itu kelak setelah lulus pendidikan."
--Eko Prasetyo, Halaman: 147

"Salah-satu hal terpenting yang bisa dilakukan seorang guru adalah mengirim pulang seorang murid di siang hari dalam keadaan sedikit lebih menyukai dirinya sendiri daripada ketika ia datang pada pagi hari."
--Ernest Melby, Halaman: 151

"Apa yang ingin dipelajari murid sama pentingnya dengan apa yang ingin diajarkan guru."
--Lois E. Lebar, Halaman: 153

"Semua orang punya potensi jadi guru dan bentangan alam adalah kelas pembelajaran yang sempurna."
--Ki Hadjar Dewantara, Halaman: 154

"Mengajari anak-anak berhitung memang bagus, tapi yang terbaik adalah mengajari mereka apa yang perlu diperhitungkan."
--Bob Talbert, Halaman: 158

"Undang-undang ini (Undang-Undang Guru) tidak mencerminkan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan, buktinya untuk sejahtera saja, guru harus memenuhi syarat yang ditetapkan oleh pemerintah."
--Indra Hermawan, Halaman: 162

"Itu sebabnya konsep UU Guru dengan UU Pendidikan Nasional banyak memuat perbedaan - dalam UU SISDIKNAS No. 20/2003 pasal 4 dari ayat 1 sampai 6 menegaskan bagaimana pendidikan dijalankan dengan berbagai prinsip demokratis, diantaranya (4) pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan, membangun kemauan dan mengembangkan kreativitas peserta-didik dalam proses pembelajaran. Ini jauh berbeda dengan konsep guru yang harus 'mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai san mengevaluasi. Pertanyaan bagaimana dasar pendidikan kreatif bisa ditanam kalau definisi guru sendiri tidak memberi ruang kebebasan bagi peserta-didik?
--Eko Prasetyo, Halaman: 165

"Sertifikasi berpotensi diperdagangkan oleh Perguruan Tinggi."
--BPA, Halaman: 167

"Pemerintah terbaik adalah yang paling sedikit memerintah."
--Henry David Thoreau, Halaman: 169

"Para pendidik penting untuk memahami kalau tugas mendidik bukan semata-mata pengajaran melainkan bagian dari kebangkitan kesadaran."
--Eko Prasetyo, Halaman: 172

"Guru adalah aparatis negara yang paling loyal, walaupun hanya digaji Rp. 100.000/bulan, guru tetap setia mendidikan para calon penerus bangsa."
--BPA, Halaman: 174

"Guru sebaiknya memahami bahwa tugas mendidik adalah cara untuk mengenalkan peserta-didik pada situasi sosial yang mereka hadapi sekaligus bagaimana mendorong peserta-didik untuk mengubah situasi."
--Eko Prasetyo, Halaman: 177

"...kenyataan buram yang menimpa bangsa ini sebaiknya dipahami oleh guru sebagai pekerjaan besar yang memerlukan penanganan, pendekatan dan pembacaan yang sesuai dengan pengetahuan yang mereka ajarkan."
--Eko Prasetyo, Halaman: 177

"...penderitaanku hanyalah sebagian kecil saja dari penderitaan berjuta-juta rakyat yang lain... dan perjuanganku untuk melawan pendangkalan ilmiah hanya sebagian kecil saja dari perjuangan ini sepanjang waktu dan di sepanjang muka bumi."
--Sutan Sjahrir, Halaman: 182

"Seorang guru berpengaruh selamanya
Dia tak pernah tahu kapan pengaruhnya berakhir."
--Henry Adams, Halaman: 188

"...jika setiap orang berjanji melakukan sesuatu yang nekat hari ini, dunia ini akan menjadi lebih baik."
--Gloria Steinem, Halaman: 188

Posting Komentar

0 Komentar