Kutipan Yusi Avianto Pareanom - Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi

Di sini hanya berisi kutipan. Secuil dari seluruh isi buku. Jangan mudah silau oleh kutipan. Selami bukunya dan pahami sendiri makna tiap kalimatnya. Semoga kutipan dalam buku ini bisa memotivasi pembaca untuk membaca sendiri isi buku yang disajikan di sini. 
Selamat membaca.
☺️☺️☺️


Sungu Lembu menaruh dendam kesumat kepada Kerajaan Gilingwesi. Konon katanya, Sungu Lembu lahir dari seorang ibu yang diperkosa oleh orang-orang Gilingwesi. Pada saat itu Banjaran Waru, kampung Sungu Lembu, ditaklukan oleh Gilingwesi.

Ia bertemu dengan Raden Mandasia di rumah judi milik Nyai Manggis. Nyai Manggis sendiri adalah seorang wanita yang sangat ia cintai. Sebelum meninggal, Nyai Manggis berpesan pada Raden Mandasia untuk membawa Sungu Lembu kemanapun ia pergi. Siasat untuk membalaskan dendam mereka berdua pada kerajaan Gilingwesi. Hanya dengan melalui Raden Mandasia, Sungu Lembu dapat bertemu langsung dengan raja Gilingwesi. Raden Mandasia sendiri ialah seorang pangeran dari kerajaan Gilingwesi.

Kerajaan Gilingwesi hendak menaklukan kerajaan Gerbang Agung. Raden Mandasia tidak ingin lagi ada pertumpahan darah antar kerajaan. Setelah mengirim beberapa surat yang tak kunjung berbalas dari kerajaan Gerbang Agung, entah karena sebab apa. Raden Mandasia berencana akan menghalau peperangan itu, dengan cara mendatangi langsung kerajaan Gerbang Agung. Ia ingin menjodohlan Ayahnya dengan Putri Tabassum yang kecantikannya telah tersohor ke segala penjuru. Dengan cara itu, Raden Mandasia yakin bahwa peperangan dapat dicegah.

Mereka berdua, Raden Mandasia dan Sungu Lembu, melakukan perjalanan yang cukup panjang menuju kerajaan Gerbang Agung.

Keseruan perjalanannya membuat saya ketagihan membaca buku ini. Tertawa dan merasa jijik, sering saya alami selama membaca buku ini. Plotnya menarik.

Posting Komentar

0 Komentar