Kutipan Rusdi Mathari - Seperti Roda Berputar

Di sini hanya berisi kutipan. Secuil dari seluruh isi buku. Jangan mudah silau oleh kutipan. Selami bukunya dan pahami sendiri makna tiap kalimatnya. Semoga kutipan dalam buku ini bisa memotivasi pembaca untuk membaca sendiri isi buku yang disajikan di sini. 
Selamat membaca.
☺️☺️☺️


"Hanya perbuatan baik dan hanya itu yang akan menemani sampai dirimu tiba di tujuan akhirmu." Ucap Ali pada dirinya sendiri yang mengidap kanker stadium akhir.

"Saya hanya tahu, saya selalu terlambat menyadari bahwa saya bukan siapa-siapa di hadapan semesta raya. Bahkan sebutir debu pun bukan. Kalau sudah demikian, saya hanya bisa menarik napas panjang, menahannya diperut selama mungkin, lalu melepaskannya lewat mulut pelan-pelan."
--27

------------------------------------------------------

Terlebih dahulu, kita panjatkan Alfatihah kepada Almarhum penulis Rusdi Mathari atau hangat disapa Cak Rusdi.

 Aku bergidik ngeri membaca buku ini. Bagaimana tidak, buku ini ditulis penuh perjuangan oleh Almarhum Cak Rusdi :(.  "Saya harus mengetik, harus bertahan dan hidup. Menulis adalah pekerjaan saya. Karena itu saya mencoba menulis menggunakan gajet, meskipun hanya dengan satu jari. Tangan kiri memegang gajet, jempol tangan kanan mengetik."

Penulis menyayangkan pelayanan beberapa rumah sakit yang sangat kaku dan terlalu birokratis. Tidak hanya itu. Ia juga menyayangkan biaya rumah sakit yang sangat mahal. Untuk sekadar konsultasi saja, biayanya sampai jutaan.

"Saya hanya tahu, saya selalu terlambat menyadari bahwa saya bukan siapa-siapa di hadapan semesta raya. Bahkan sebutir debu pun bukan. Kalau sudah demikian, saya hanya bisa menarik napas panjang menahannya di perut selama mungkin, lalu melepaskannya lewat mulut pelan-pelan." (Halaman:27).

Posting Komentar

0 Komentar