Fahri Salam
Kutipan Fahri Salam - Kisah Pedagang Buku yang Tewas di Bagdad
Di sini hanya berisi kutipan. Secuil dari seluruh isi buku. Jangan mudah silau oleh kutipan. Selami bukunya dan pahami sendiri makna tiap kalimatnya. Semoga kutipan dalam buku ini bisa memotivasi pembaca untuk membaca sendiri isi buku yang disajikan di sini.
Selamat membaca.
☺️☺️☺️
"Sangat memuaskan rasanya menyadari aku bisa melaporkan sesuatu dan mengubah keadaan lewat kata-kata yang kutulis" (Colloff)
--4.
"Saya tahu hidup itu berat,. Saya juga pernah muda. Emang sangat gampang jadi nihilis, enggak peduli sama sekali, dan berpikir semua hal di dunia ini cuma taik. Jawaban paling manjur untuk pikiran macam itu adalah penjara. Kalau kamu ingin hidupmu berguna, kamu butuh sesuatu yang riil! Pahami dunia! Belajar ideologi!" (Shiomi)
--34.
------------------------------------------------
"Pada masa jayanya, Jalan al-Mutanabbi mewujudkan pepatah kuno: Kairo yang menulis, Beirut yang mrnerbitkan, Bagdad yang membaca."
Sejarah panjang pusat komunitas literasi di Baghdad, Iraq, menyisakan episentrum langka yang tidak sedikit dimiliki oleh negara-negara lain. Jalan al-Mutanabbi menjadi titik peradaban, tempat didulangnya emas di sepanjang jalan tersebut. Tempat dimana ilmu-pengetahuan dijajakan serupa menjajakan kuliner yang populer di era sekarang.
Pepatah kuno di atas menyiratkan makna tentang betapa tingginya penghargaan Bagdad pada budaya baca yang diyakini sebagai titik berangkat majunya suatu peradaban. Jika Mesir yang menulis, kemudian Libanon yang menerbitkan, maka Iraq yang membaca. Iraq yang merawat kitab-kitab ilmu pengetahuan itu.
Naas, 5 Maret 2007, terjadi peristiwa memalukan dan menyedihkan. Bom bunuh diri di jalan al-Muntanabbi tersebut menewaskan 26 jiwa. Bom bunuh diri tersebut membuat pembaca-pembeli kian jauh, merasa diri mereka tidak aman berada di jalan tersebut. Apa pula motif bom bunuh diri di pusat perpustakaan? Buku-buku dihanguskan, dihancur-leburkan, menguarkan aroma pembakaran yang memedihkan mata. Buku-buku yang tidak berdosa tersebut turut menjadi korban kebodohan pelaku bom bunuh diri.
Posting Komentar
0 Komentar