Kutipan Rama Wirawan - Perang

Di sini hanya berisi kutipan. Secuil dari seluruh isi buku. Jangan mudah silau oleh kutipan. Selami bukunya dan pahami sendiri makna tiap kalimatnya. Semoga kutipan dalam buku ini bisa memotivasi pembaca untuk membaca sendiri isi buku yang disajikan di sini. 
Selamat membaca.
☺️☺️☺️


"Karena pendidikan tidak merata, akhirnya perbedaan status sosial juga semakin meruncing. Yang jadi parameter seseorang dalam status sosial adalah latar belakang pendidikannya. Semakin tinggi pendidikanmu, kamu akan mendapatkan pekerjaan berpenghasilan tinggi pula, dan sebaliknya. Sementara pendidikan sendiri masih sangat diskriminatif. Parameter mendapatkan pendidikan dilihat dari bisa atau tidaknya orang membayar biayanya,"
--48 (Deni)

---------------------------------------------

Menjalani kehidupan dengan tetap memegang teguh sebuah idealisme di dunia yang serba modern, bukanlah perkara mudah. Berhadapan langsung pada hal-hal yang bertentangan dengan keyakinan merupakan sebuah malapetaka. Melawan kekuatan besar, tanpa kekuatan besar, tidak akan membuatnya runtuh.

Perang, tokoh utama dalam novel tersebut, mencoba melawan, atau barangkali menghindar. Mencoba, resisten, di tengah gempuran bertubi-tubi sistem yang ia kutuki.

Ada sesuatu yang janggal, itu pikirnya. Yah, ia merasa tenaga kerja dihisap oleh sebuah sistem. Melalui penghisapan, sistem tersebut akan terus hidup. Bak Vampir, semakin ia menghisap, maka semakin ia akan hidup.

Perbincangan dengan teman-temannya, menambah pengetahuan Perang tentang beberapa ideologi dunia. Komunisme, Marxisme, Anarkisme, dan Kapitalisme.

Ia harus melakukan sesuatu,--

Posting Komentar

0 Komentar