Kutipan Mahfud Ikhwan - Belajar Mencintai Kambing

Di sini hanya berisi kutipan. Secuil dari seluruh isi buku. Jangan mudah silau oleh kutipan. Selami bukunya dan pahami sendiri makna tiap kalimatnya. Semoga kutipan dalam buku ini bisa memotivasi pembaca untuk membaca sendiri isi buku yang disajikan di sini. 
Selamat membaca.
☺️☺️☺️


Penulis yang satu ini memang paling piawai melongsorkan espektasi pembacanya. Hal ini ia akui dalam bukunya 'Menumis itu gampang: Menulis tidak'. Bahwa ia senang mengotak-atik espektasi pembaca. Aku sangat terhibur dengan gaya penulisan beliau. Entah beliau terilhami oleh siapa mengenai gaya kepenulisan tersebut.

Judul buku 'Belajar Mencintai Kambing', diambil dari judul salah-satu cerpennya di buku tersebut (Baca: 57-68). "Itulah, menggembala kambing saja sulit, apalagi menggembala manusia" ucap bapak sigembala.

Sigembala menggugat "Tapi manusia punya otak, Pak"

"Itulah yang lebih sulit. Kalau kambing hanya bisa menanduk, manusia bisa membunuh." sergah bapak sigembala (Baca 61-62).

Diantara beberapa cerpen di dalamnya, aku paling menyukai cerpen 'Mata, Bola'. Aku terkesan pada cinta Nurhasanah pada Slamet. Aku terkesan pada keluarga sederhana mereka bersama anak semata wayangnya yang bernama Hendro.

Posting Komentar

0 Komentar