Kutipan Eko Prasetyo - Kitab Pembebasan

Di sini hanya berisi kutipan. Secuil dari seluruh isi buku. Jangan mudah silau oleh kutipan. Selami bukunya dan pahami sendiri makna tiap kalimatnya. Semoga kutipan dalam buku ini bisa memotivasi pembaca untuk membaca sendiri isi buku yang disajikan di sini. 
Selamat membaca.
☺️☺️☺️


"Orang harus cukup tidak bahagia, untuk merasa ada sesuatu yang harus diperjuangkan dalam hidup."
--George Bernard Shaw, Halaman: XIII

"Qu'an buat saya bukan sebuah kitab yang hanya dibaca, dilafalkan, dan dipatuhi. Kisah yang ada didalamnya merupakan daya tarik yang membawa saya untuk melakukan petualangan. Terlebih bahasa Qu'ran yang kerap kali menggunakan daya argumentasi yang menggugah. Saya merasa kisah-kisah yang ada di dalamnya itu provokatifaan menyengat.
--Eko Prasetyo, Halaman: XXIV

"Charles Darwin belajar dari kakeknya:Erasmus Darwin. Kakek dari Charles Darwin adalah ahli biologi spekulatif."
--BPA, Halaman: 2

"Jika kita tidak bisa menebak apa yang akan datang, paling tidak kita punya hak untuk membayangkan masa depan yang kita inginkan."
--Eduardo Galeano, Halaman: 17

''Siapapun yang mudah percaya tanpa bukti berarti telah mengingkari naluri kemanusiaannya yang paling alami."
--Al-Biruni, Halaman: 24



"Che Guevara seorang revolusioner menegaskan syarat seorang revolusioner. Che katakan: Ijinkan saya bilang, dengan resiko mungkin ditertawakan, bahwa seorang revolusioner sejati dituntun oleh perasaan cinta yang kuat. Mustahil untuk membayangkan seseorang revolusioner sejati tanpa sifat ini."
--Eko Prasetyo, Halaman: 28

''Belajar melalui pengalaman. Metode yang sering dilekatkan pada sosok yang bernama John Dewey. Kata Dewey, pengalaman adalah daya penggerak. Nilai pengalaman hanya bisa dilihat dari arah mana dan ke dalam apa ia bergerak."
--Eko Prasetyo, Halaman: 30

"Nicollo Machiavelli dalam karyanya menegaskan: pemerintah yang tangguh tahu caranya mengelola masyarakat seolah-olah manusia pada dasarnya jahat, yang takkan berbuat baik kepada sesama kecuali terpaksa...sedag hukum tidak perlu kalau semua berjalan baik. Baru setelah tidak semua berjalan baik, hukum perlu."
--Eko Prasetyo, Halaman: 31

"Tidak ada kekayaan kecuali akal; tidak ada kemiskinan kecuali kebodohan; tidak ada warisan kecuali perilaku yang baik; tidak ada pembantu kecuali nasehat yang baik."
--Ali bin Abi Thalib, Halaman: 36

"Kelirulah orang yang menyombongkan harta dan keturunannya, sebab hanya pengetahuan dan kebaikan akhlak yang patut dibanggakan."
--Ali bin Abi Thalib, Halaman: 36

"Lenin mengikuti jejak para penghulu utusan Tuhan, memerangi penindas jauh lebih bermartabat ketimbang berunding dengannya."
--Eko Prasetyo, Halaman: 42

"Massa tak lagi memiliki kekuatan selain hanya melestarikan penghambaan, mengahncurkan semua pemikiran individual dan mengabdikan hidupnya untuk mendapat untung."
--Proudhon, Halaman: 55

"Hanya mereka yang menderitalah yang baik, hanya yang miskin, yang tak berdaya yang rendahlah yang baik, yang menderita, yang kekurangan, yang sakit, yang buruk adalah orang saleh, satu-satunya penyelamatan hanya untuk mereka, sementara kau orang kaya, ningrat, berkuasa, kau selamanya jahat, kejam, penuh nafsu, tak terpuaskan, tak bertuhan. Kau selamanya celaka, terkutuk dan ternistakan."
--Friedrich Nietzche, Halaman: 57

"Hidup tanpa rintangan bukanlah hidup sejati. Orang harus hidup dengan api di bawah kakinya."
--Iqbal, Halaman: 58

"Tanpa pemberontakan diri tak dapat dicapai."
--Raja Martir, Halaman: 59



"Siapa saja yang mempertahankan hidupnya akan kehilangan hidup. Namun siapa yang mengorbankan kehidupannya untuk tujuan yang tepat, dia akan memperoleh hidup."
--Anonim, Halaman: 61

"Jiwa manusia tampil paling kuat dan muda saat menyingkirkan keinginan untuk membalas dendam dan berani memaafkan luka."
--E. H. Chaplin, Halaman: 61

"Seorang aktivis sesungguhnya: penjara membuatnya tak mudah menyerah sekaligus tak menghilangkan sikap objektifnya."
--Eko Prasetyo, Halaman: 65

"Tanpa kepahitan, hidup takkan pernah menjadi manis"
--Abdurrahman Jami, Halaman: 67

"....hukum ditetapkan dengan tanpa bisa mendebatnya. Secara teoritis inilah yang dinamai dengan voluntarisme hukum, dimana hukum digunakan sebagai kompensasi atas kesalahan yang diperbuat."
--Eko Prasetyo, Halaman: 74

"Hari ini anda tergantung pada pikiran yang datang pada saat ini. Besok anda ditentukan oleh kemana pikiran membawa anda."
--Filsafat India Kuno, Halaman: 75

"Hidup adalah panutan pikiran dan keyakinan anfa. Untuk mengubah hidup, yang pertama kali harus anda lakukan adalah mengubah pikiran dan keyakinan anda."
--Zeno, Halaman: 75

"Siapakah orang bijak itu? Ia yang belajar setiap saat. Siapakah yang kuat? Ia yang bisa membatasi diri. Siapakah yang kaya? Ia yang bahagia dengan apa yang dimilikinya."
--Talmud, Halaman: 78

"Orang yang tidak dapat mengambil pelajaran dari tiga ribu tahun silam. Hidup tanpa memanfaatkan akalnya."
--Goethe, Halaman: 78

"...penindasan selamanya bisa bertahan kalau kita hanya bersikap diam."
--Eko Prasetyo, Halaman: 82

Dari dulu hingga kini kekuasaan selalu dilayani oleh pengetahuan dan keyakinan agama.
--Eko Prasetyo, Halaman: 86

Kebenaran tidak bisa hanya berdiri di atas retorika. Kebenaran tak bisa tegak hanya lewat obrolan saja. Kebenaran perlu digariskan melalui pertarungan.
--Eko Prasetyo, Halaman: 86

Fir'aun tewas bukan sekedar mengekalkan cerita atas penguasa kejam, melainkan juga upaya mengabdikan kisah perjuangan. Bahwa perjuangan bukan sekadar kumpulan nasehat tapi juga serangkaian resiko.
--Eko Prasetyo, Halaman: 91

"Kenyamanan atau kebahagiaan, sebagai tujuan hidup, pernah menarik bagi saya. Suatu sistem etika yang dibangun di atas kedua hal itu, menurut saya, hanya cocok untuk kawanan sapi... Sejak masih bocah saya suka mencemooh prinsip-prinsip hidup keseharian yang didasarkan atas ambisi manusiawi. Harta milik, sukses, ketenaran, kemewahan - semua itu - selalu merupakan sesuatu yang saya pandang rendah. Saya percaya bahwa cara hidup yang sederhana dan tidak berlagak adalah suatu cara hidup yang terbaik bagi setiap orang, jasmani maupun rohani."
--Einstein, Halaman: 98

Gagasan ideal marxisme: kemiskinan telah memberikan aspirasi dan harapan ideal bagi mereka yang jadi korbannya
--Eko Prasetyo, Halaman: 98

Kekuatiran atas kemiskinan menjadi hantu bagi aktivis yang jenuh dengan jalan panjang cerita perjuangan. Saat bisikan untuk berhianat dilapisi dengan kedudukan biasanya melayang pula tekad. Cita-cita dan kehendak untuk menegakkan keadilan. Betapa banyak penghianatan intelektual diawali dari bujukan untuk merapat dengan kekuasaan untuk membenarkan tindakan-tindakan bengisnya.
--Eko Prasetyo, Halaman: 99

...pengetahuan adalah tangga untuk mendapat perhatian Tuhan.
--Eko Prasetyo, Halaman: 104

Keyakinan atas persamaan itulah yang secara perlahan dimanfaatkan oleh sistem kapitalisme. Kapitalisme meneguhkan kdudukan perempuan sebagai individu yang bisa berbuat, bersikap dan bertindak sebagai laki-laki. Pada awal mulanya kapitalisme memindahkan banyak aktivitas produksi dari rumah ke pabrik, tapi lama-kelamaan kapitalisme menciptakan pandangan, bahwa kehidupan pabrik juga bisa melibatkan perempuan. Peningkatan pendapatan perempuan 'sumber kemandirian' dan karenanya bisa 'sejajar' dengan pria. Kenyataan ini yang membuat perempuan, hidup dalam dogma akan kesuksesan, kebebasan dan diharapkan situasi itu akan membangun mitos masyarakat yang penuh keadilan. Konsekuensi kultueral dari pandangan ini yang membentuk individualisasi perempuan sehingga mereka bisa berbuat bebas. Kebebasan yang kerapkali bernada gugatan itu mencoba menerjang tatanan nilai yang dianggap membelenggu kaum perempuan. Perempuan tak bisa hanya berkubang pada pekerjaan dapur tapi juga bisa bekerja di bidang apa saja.
--Eko Prasetyo, Halaman: 114

Kamu tidak akan masuk surga sampai kamu beriman, dan kamu belum beriman sebelum kamu saling mencintai.
--Rasulullah SAW, Halaman: 117

...lepaskan belenggu rasa cemas itu, peluang tak dibenarkan untuk ragu ketiika berada pada jalan pembebasan. Dikawal oleh rasa percaya diri dan keyakinan bulat pada kebenaran, maka kesangsian itu seperti hal yang janggal.
--Eko Prasetyo, Halaman: 120

"Bukan kesulitan yang membuat kita takut tapi ketakutan yang membuat kita sulit. Karena itu jangan pernah mencoba untuk menyerah dan jangan pernah menyerah untuk mencoba. Maka jangan katakan pada Tuhan aku punya masalah tapi katakan pada masalah aku punya Tuhan yang maha segalanya."
--Imam Ali, Halaman: 135

"Sesungguhnya kita diciptakan bukan untuk beriman."
--Yahya, Halaman: 136

Oleh karena itu, kita, sejauh yang kita bisa, harus berusaha mati-matian untuk hidup sesuai yang terbaik di dalam diri kita
--Aristoteles, Halaman: 137

Apa yang kamu benci bagi dirimu sendiri, jangan lakukan pada sesamamu. Itulah seluruh taurat dan sisanya hanyalah komentar. Pergi pelajarilah itu.
--Hillel, Halaman: 139

Gerak maju sebuah ajaran tidak didasarkan pada apa yang tertulis melainkan apa yang bisa diperbuat darinya: dalam istilah sederhana kitab suci bukan sekedar teks, melainkan sebuah aktivitas; anda tidak hanya membacanya - anda harus menindakinya.
--Eko Prasetyo, Halaman: 138

Meringankan kesengsaraan manusia adalah bentuk tertinggi dari pengagungan Tuhan, dan berbakti pada masyarakat adalah ibadat terbaik untuknya. Karena itu memperkuat hubungan yang harmonis diantara ummat mansuia, tanpa memperhatikan warna kulit, kepercayaan, puak dan kasta, menurut anggapannya adalah inti semua agama.
--Iqbal, Halaman: 138

Seseorang tidak akan merasakan manisnya sa'dah (kebahagiaan) sebelum dia merasakan pahitnya syaqwah (kemalangan)
--Imam Ali, Halaman: 139

Tindakan manusia tidak semata bercermin pada logis. Ada tindakan yang dinamai dengan alogis. Sebuah tindakan yang tidak memperhitungkan sebab akibat melainan cerminan rasa cinta atas nilai yang diunjung.
--Pareto, Halaman: 149

...memutuskan hubungan dengan ummat sama halnya dengan mematahkan rantai hubungan dengan Tuhan.
--Eko Prasetyo, Halaman: 150

Jika ingin menertibkan manusia, untuk membatasi nafsu-nafsunya, tidak ada cara lain kecuali menebar ketakutan bukan meminta tanggungjawab moral.
--Thomas Hobbes, Halaman: 156

Muncullah organisasi perjuangan dunia, seperti Bank Dunia dan IMF, yang secara congkak mencipta atueran tata dunia baru. Diantara usaha mereka yang patut dicela adalah tatanan pasar bebas. Sistem ekonomi internasional yang paling anarkis dimana negara diperintahkan tunduk kuasa perusahaan. Resiko dari sistem ini adalah resesi dan depresi ekonomi. Bukan hanya itu negara dunia ketiga, termasuk Indonesia, harus mengemis kedaulatan. Dipaksa tiap negara untuk saling berlomba mencipta 'iklim investasi yang cocok'. Tujuan haram yang membuat penguasa dunia ketiga tak lebih berposisi budak bagi negara maju. Para penguasa loyal, setia dan mengikuti apa petunjuk para majikan.
----Eko Prasetyo, Halaman: 158

Kendali politis: usaha negara pusat untuk menjadi pusat kendali lalu menuntut upeti dari negara pinggiran.
--Eko Prasetyo, Halaman: 159

Kemampuan andal pemimpin adalah mebuat lingkungan yang bisa menerima tantangan.
--Warren Bennis, Halaman: 160

Apabila aku berbuat keliru, maka hendaklah kalian meluruskan.
--Abu Bakar, Halaman: 172

...teori ekonomi dinamakan oleh Karl Marx sebagai fethisisme. Ikatan imagis atas sebuah barang yang diperlakukan seolah-olah memiliki nilai sugersi dan karenanya patut untuk dibeli. Kegilaan konsumsi dipicu oleh hasrat fethisisme itu.
--Eko Prasetyo, Halaman: 179

Kegiatan curang yang berlangsung dengan cara sistematis dan memakan korban yang lemah itu menimbulkan hukuman sosial mengerikan. Satu diantaranya adalah ketimpangan. Tapi wajah manis di permukaan tampak dalam pembangunan yang megah dan hamparan mobil berjejer, kemiskinan bersembunyi dan kaum miskin terdampar pada kubangan jalan melalui sosok-sosok yang berjejer mengerikan: pengemis, orang gila, hingga gelandangan.
--Eko Prasetyo, Halaman: 182

Ketika keyakinan bahwa sistem ini tak bisa diubah dan bahkan meyakini kalau sistem itu mutlak benar: terjatuhlah sistem itu dalam kebusukannya. Trotsky menyebutnya sebagai rezim yang kehilangan energi seperti apel busuk yang jatuh dari pohonnya. Musibah itu datang tanpa pemberitahuan. Pusat bencana tidak akan mampu mencium bahaya yang meledak dengan seketika dan merangsek melalui cara sulit dipahami dengan seketika dan merangsek melalui cara yang sulit dipahami.
--Eko Prasetyo, Halaman: 183

...dalam pandangan kaum kristen Gereformeerd di negeri Belanda. Keluarga adalah tempat dimana segala sesuatu terjadi. Keluarga dilihat sebagai sekolah ideal bagi kehidupan. Dalam keluargalah berkembang cinta kasih dan solidaritas. Dalam keluarga juga anak-anak mengenal aturan dan kewibawaan.
--Eko Prasetyo, Halaman: 192

"Segala sesuatu dididik dalam keluarga, jabatan tangan Ayah, suara Ibu, kakak, saudara wanita terkecil, bayi dalam buaian, mereka yang sakit, nenek dan cucu-cucu, paman dan bibi, tamu-tamu dan seterusnya. Pendeknya kehidupan itu sendirilah yang diteruskan dalam pendidikan keluarga disini ... keluarga adalah sekolah kehidupan. Sebab ialah tempat dimana kehidupan itu bertumbuh subur."
--Prof. Dr. Herman Bauinck, Halaman: 192

Ini pertamakali dalam sejarah umat manusia bahwa anak-anak lebih mempelajari cara bverperilaku dengan mengamati televisi ketimbang mengamati orang yang nyata
--Eko Prasetyo, Halaman: 193

Sebuah penelitian menuturkan bagaimana telvisi menyita banyak waktu pertumbuhan seorang anak. 40 persen dari anak-anak balita di Amerika yang berusia dua tahun menonton televisi paling sedikit selama tiga jam dalam sehari. Waktu tersebut terlewatkan tanpa interaksi dengan orang yang bisa membantu mereka belajar untuk bergaul dengan lebih baik. Semakin banyak mereka melihat televisi, semakin buruk perilaku mereka di sekolah.
--Eko Prasetyo, Halaman: 194

Orang tua adalah hakim yang paling adil, tempat mengadu yang paling bisa memahami, serta matahari kasih yang kehangatan sinarnya terasa sampai ruang terdalam dari setiap langkah perjuangan kita.
--Karl Marx, Halaman: 194

Bukan seorang muslim jika melihat, korupsi, pencemaran lingkungan, penindasan hak asasi manusia dan pengabaian hak kaum miskin: hanya bersikap diam dan menunggu. Seorang muslim wajib berpeluh keringat untuk meluruskan, menghukum dan menjalankan aksi jika menyaksikan keadaan buruk seperti ini.
--Eko Prasetyo, Halaman: 196

Jika satu anggota sakit karena kemalangan
Anggota-anggota yang lain takkan menikmati ketenangan
Jika kamu tidak merasakan apa yang orang lain derita
Tidak pantas kamu menyebut dirimu manusia
--Sa'di, Halaman: 197

...Tujuan pendidikan adalah 'menyempurnakan' manusia. Kesempurnaan itu terwujud dalam potensialitas pengetahuan yang membuat seseorang itu meraih kemampuan sebagai cendekiawan dan potensi amaliah yang mebuat seseorang itu meraih kemampuan sebagai cendekiawan dan potensi amaliah yang membuat seorang terdidik melakukan perbaikan.
--Ibnu Maskawaih, Halaman: 199

Plato mengatakan, pendidikan yang baik akan menuntun ke pemerintahan yang baik, dan pada gilirannya pemerintah yang baik mengarah ke pendidikan yang baik.
--Eko Prasetyo, Halaman: 201

Sekolah-sekolah itu tengah mengalami disintegrasi sebagaimana yang dialami oleh institusi-institusi yang lain yang dipenuhi segerombolan gangster. Korupsi telah menyelusup dan menghancurkan sekolah-sekolah yang seharusnya punya fungsi memperbaharui masyarakat dengan cara membentuk diri generasi-generasi masa depan. Tak ada cara dan kriteria yang bisa menghambat proses pembusukan ini. Benih dari setiap regenerasi selalu ada dalam diri anak-anak muda. Dan tak mungkin bagi negara kita berharap sebuah pembaharuan masyarakat dari berandal-berandal muda ini.
--Johann Christoph Arnold, Halaman: 204

Jumlah yang sedikit dan tekanan yang terang akan dihadapi tak bisa mudah diitaklukkan sehingga tak ada cara jitu kecuali berusaha untuk menyembunyikan lebih dulu. Itulah komitmen yang dalam istilah gerakan menjadi tema yang begitu sentral.
--Eko Prasetyo, Halaman: 216

Jika tidak orang yang melakukan desa, banyak hal bermanfaat akan hilang.
--Thomas Aquinas, Halaman: 226

Mungkin diperlukan penindasan yang begitu kejam untuk menghasikan tokoh-tokoh yang begitu agung. Negara saya kaya mineral dan berlian yang terdapat di bawah tanahnya, tetapi saya selalu mengetahui bahwa kenyataannya yang terbesar dalah rakyatnya, lebih asli dan lebih berkilau daripada berlian yang paling indah sekalipun... saya mempelajari bahwa keberanian bukan berarti tidak memiliki rasa takut, tetapi kemenangan atas rasa takut tersebut... karena itu orang yang berani bukanlah orang yang tidak merasakan takut, tetapi orang yang mampu mengalahkan rasa takut tersebut... ingatlah kebaikan manusia adalah cahaya yang dapat disembunyikan tapi tidak dapat dipadamkan... selama tahun-tahun panjang dan sepi itulah kerinduan mengenai kebebasan seluruh rakyat, putih dan hitam. Saya mengetahui benar bahwa penindas harus serupa dengan orang-orang yang ditindas. Orang yang merebut kebebasan orang lain adalah tahanan dari kebencian, ia terkurung di belakang terali prasangka dan cara berpikir yang sempit. Saya tidak benar-benar bebas kalau saya mengambil kebebasan orang lain, sama seperti saya tidak bebas kalau kebebasan itu sama-sama kehilangan kemanusiaan mereka...
--Nelson Mandela, Halaman: 268-269

Tidak ada kekayaan kecuali akal; tidak ada kemiskinan kecuali kebodohan; tidak ada warisan kecuali perilaku yang baik; tidak ada pembantu kecuali nasihat yang baik.
--Eko Prasetyo, Halaman: 276

Dikelilingi oleh para jutawan yang punya pengaruh. Sistem ekonomi pasar telah membuat para jutawan mengorganisir diri. Mereka menyatu dalam sikap tunggal; rakus, monopolis dan serakah.
--Eko Prasetyo, Halaman: 279

Pertanyaan tumbuh bukan karena keinginan untuk memperoleh kebenaran tapi upaya untuk meragukan atau menyangsikan sebuah perintah. Timbul kepribadian yang disebut dengan kata: sinis dan naif.
--Eko Prasetyo, Halaman: 307

Siapapun harus menolong saudaranya, apakah dia seorang penindas atau orang yang ditindas. Jika dia seorang penindas, larang dia menindas. Jika dia yang ditindas, maka tolonglah dia.
--Rasulullah SAW, Halaman: 312

Nietzche katakan, orang-orang yang berteman harus saling mendidik. Mendidik itu memberi inspirasi untuk lebih baik dan saling mengingatkan jika ada yang berbuat tak baik mendidik juga bisa dimaknai dengan merintis perbuatan-perbuatan mulia yang bisa jadi warisan untuk sahabat-sahabat lainnya.
--Eko Prasetyo, Halaman: 333

Apabila satu-satu anggotanya kesakitan, maka seluruh anggota tubuh yang lain turut merasa sakit.
--Rasulullah SAW, Halaman: 334

...persahabatan seperti tangan dengan mata. Saat tangan terluka, maka mata menangis. Ketika mata menangis, tangan menghapusnya.
--Eko Prasetyo, Halaman: 343

Ketika ketidakadilan menjadi hukum, melawan adalah suatu kewajiban.
--Thomas Jefferson, Halaman: 353

Posting Komentar

0 Komentar