Okky Madasari
Kutipan Okky Madasari - Maryam
Di sini hanya berisi kutipan. Secuil dari seluruh isi buku. Jangan mudah silau oleh kutipan. Selami bukunya dan pahami sendiri makna tiap kalimatnya. Semoga kutipan dalam buku ini bisa memotivasi pembaca untuk membaca sendiri isi buku yang disajikan di sini.
Selamat membaca.
☺️☺️☺️
Yang orang-orangnya hanya menurut tanpa pernah bertanya. Yang hanya mengikuti tanpa memahami."
--54
***
"Yang namanya keyakinan memang tak bisa dijelaskan. Ia akan datang sendiri tanpa harus punya alasan."
--55, Kakek Maryam.
***
--------------------------------------
Bagaimana mungkin negara yang cukup dikenal toleran, bisa berlaku tidak adil terhadap satu golongan.
Fatwa penyesatan Ahmadiyah, oleh masyarakat yang telah kehilangan akal-sehatnya, dijadikan dalih untuk mengusir orang-orang dari Ahmadi dari rumah yang mereka bangun sendiri.
Bukan hanya masyarakat-sipil, aparat-kepolisian pun seolah membenarkan pengrusakan, penganiayaan hingga pembunuhan yang dilakukan oleh masyarakat-masyarakat yang tak berakal-sehat terhadap orang-orang Ahmadi. Demikian pula dengan Imam-imam mereka, yang menghalalkan darah orang Ahmadi. Naudzubillah.
Semoga kita tidak tergolong orang yang demikian, bertindak tanpa mengedepankan akal-sehat. "Yang orang-orangnya hanya menurut tanpa pernah bertanya. Yang hanya mengikuti tanpa memahami." (Halaman: 54)
"Kami hanya ingin pulang. Ke rumah kami sendiri. Rumah yang kami beli dengan uang kami sendiri. Rumah yang berhasil kami miliki lagi dengan susah payah, setelah dulu pernah diusir dari kampung-kampung kami. Rumah itu masih ada di sana. Sebagian ada yang hancur. Bekas terbakar dimana-mana. Genteng dan tembok yang tak lagi utuh. Tapi tidak apa-apa. Kami mau menerimanya apa adanya. Kami akan memperbaiki sendiri, dengan uang dan tenaga kami sendiri. Kami hanya ingin bisa pulang dan segera tinggal di rumah kami sendiri. Hidup aman. Tak ada lagi yang menyerang. Biarlah yang dulu kami lupakan. Tak ada dendam pada orang-orang yang pernah mengusir dan menyakiti kami. Yang penting bagi kami, hari-hari ke depan kami bisa hidup aman dan tenteram." (Maryam, halaman: 274).
Posting Komentar
0 Komentar