Kutipan Azhari Aiyub - Kura-kura Berjanggut

Di sini hanya berisi kutipan. Secuil dari seluruh isi buku. Jangan mudah silau oleh kutipan. Selami bukunya dan pahami sendiri makna tiap kalimatnya. Semoga kutipan dalam buku ini bisa memotivasi pembaca untuk membaca sendiri isi buku yang disajikan di sini. 
Selamat membaca.
☺️☺️☺️


Judul : Kura-Kura Berjanggut
Penulis : Azhari Aiyub
Penerbit : Banana 
Halaman (isi) : 922
ISBN : 978-979-1079-64-8

...melawan musuh dengan segala akibatnya jauh lebih terhormat ketimbang dibunuh perlahan-lahan oleh kesedihan yang jahanam.
--95

Bahwa dunia tidak membutuhkan penguasa yang lemah. Umat manusia hanya akan tunduk di hadapan kekuatan dan keberanian juga kecerdikan yang pada akhirnya akan sulit sekali dibedakan dari keculasan.
--95

Setiap impian akan lebih mulia apabila diraih  dengan kemampuan sendiri.
--98

Benar kata seorang pengarang,  uang memang dapat menggerakkan dan memulihkan segalanya.
--258

------

Judul : Kura-Kura Berjanggut
Penulis : Azhari Aiyub
Penerbit : Banana 
Halaman (isi) : 922
ISBN : 978-979-1079-64-8

Buku ini terbagi atas tiga bagian. Pertama; Buku Si Ujud. Kedua; Buku harian Tobias Fuller: para pembunuh Lamuri. Ketiga; Lubang Cacing.

Novel ini mengantarkan kita menelusuri jejak-jejak sejarah Lamuri pada akhir abad ke-16 dan awal abad ke-17. Menelusuri tentang bagaimana dinamika satu kerajaan dengan kerajaan yang lain; tentang perseteruan maupun persekongkolan kerajaan dengan kongsi dagang.

Anak Haram (bernama: Nuruddin), dijebloskan ke penjara setelah Ibu nya meninggal dunia akibar keracunan. Sultan Maliksyah, Suami Ibunya (bernama: Ramla) pada saat itu adalah penguasa Lamuri. Maliksyah menikahi Ramla saat Ramla tengah mengandung Nuruddin.

Di penjara, Nuruddin bersama kawan-kawannya yang ia kenal di dalam penjara melakukan pemberontakan atas kekuasaan Maliksyah. Maliksyah berhasil diturunkan, Nuruddin naik sebagai penguasa baru.

Saat berkuasa, Nuruddin membantai kongsi dagang yang diduga membantu kekuasaan Maliksyah sebelumnya. Saat itu ia membantai orang tua dari tokoh utama dalam novel bagian satu ini. Ayah dan Ibu si Ujud tewas di tangan Sultan Nuruddin. Si Ujud menaruh dendam pada kekuasaan sultan Nuruddin, ia hendak membalaskan dendam itu: nyawa dibalas nyawa.

Persekutuan kura-kura berjanggut, hanya itu satu-satunya harapan si Ujud untuk membalaskan dendamnya. Ia berharap persekutuan itu mampu membantunya, begitupun sebaliknya. Si Ujud dan persekutuan kura-kura berjanggut memiliki tujuan yang sama yakni membunuh Sultan Nuruddin.

Posting Komentar

0 Komentar